Ruang kelas adalah tempat di mana sebagian besar waktu siswa dihabiskan untuk menyerap ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, menjaga kondisi ruangan tetap prima adalah hal yang mutlak dilakukan. Di Lampung, SMPN 1 Pringsewu telah mengembangkan serangkaian Tips Jaga Kebersihan Kelas sanitasi ruang belajar yang sangat efektif dan mudah diikuti oleh seluruh siswa. Kesadaran akan pentingnya kebersihan bukan lagi dipandang sebagai tugas tambahan, melainkan sebagai bagian dari protokol belajar yang wajib dipenuhi. Ruangan yang bersih dari debu dan sampah plastik memberikan dampak langsung pada suasana hati dan kejernihan pikiran, menjadikan proses transfer ilmu antara guru dan murid berjalan jauh lebih lancar.
Salah satu tips utama yang diterapkan adalah kebijakan “Loker Bersih”. Siswa diminta untuk tidak meninggalkan sisa makanan atau kertas yang tidak terpakai di dalam meja atau loker kelas. Penumpukan benda-bacaan yang tidak teratur sering kali menjadi sarang debu dan tungau yang memicu alergi serta bersin-bersin. Di SMPN 1 Pringsewu, Kebersihan Kelas diawasi melalui inspeksi mandiri setiap pagi sebelum pelajaran dimulai. Siswa diajarkan untuk merapikan alat tulis dan menyapu lantai secara cepat namun bersih. Tindakan sederhana ini membantu menciptakan keteraturan visual yang merangsang otak untuk bekerja lebih sistematis dan tenang, menghindari distraksi yang tidak perlu saat menghadapi materi pelajaran yang kompleks.
Penggunaan alas kaki khusus di dalam kelas juga menjadi rahasia mengapa sekolah ini selalu tampak mengkilap. Dengan memisahkan alas kaki luar dan dalam, kotoran tanah dan kuman dari halaman tidak ikut masuk ke area belajar. Tips ini sangat efektif dalam menjaga kualitas udara di dalam ruangan agar tetap segar. Bagi siswa di Pringsewu, kebiasaan ini telah menjadi budaya yang dilakukan tanpa perlu pengawasan ketat lagi. Dengan kondisi lantai yang bersih, siswa merasa lebih nyaman bahkan saat harus melakukan aktivitas diskusi kelompok yang mengharuskan mereka duduk di lantai. Suasana yang akrab dan bersih ini membuat interaksi sosial antar siswa menjadi lebih positif dan minim konflik.
