Munculnya berbagai ide berbagi kado lebaran yang inovatif ini merupakan hasil dari proyek kreativitas sosial yang dijalankan di sekolah. Para siswa diajak untuk tidak hanya membeli barang jadi di toko, melainkan menciptakan sesuatu yang memiliki nilai tambah. Kado-kado tersebut dirancang sedemikian rupa agar dapat membantu kebutuhan penerimanya secara spesifik, terutama bagi kelompok masyarakat prasejahtera dan yatim piatu. Dengan semangat kreatif, para pelajar ini membuktikan bahwa berbagi tidak harus mahal, namun harus berkesan dan fungsional.
Strategi yang dikembangkan ala siswa SMPN 1 Padang ini melibatkan pembuatan bingkisan yang edukatif dan produktif. Salah satu contohnya adalah paket “Kebun Lebaran” yang berisi benih sayuran, pot kecil, dan panduan menanam di lahan sempit. Ide ini bertujuan agar penerima kado bisa memiliki kegiatan produktif setelah lebaran usai. Ada pula kado berupa “Voucher Keterampilan” di mana siswa memberikan waktu mereka untuk mengajar literasi digital atau bahasa Inggris bagi anak-anak di panti asuhan. Ini adalah bentuk kado yang tidak akan habis dimakan waktu, melainkan menjadi bekal pengetahuan bagi masa depan.
Di kota Padang, kegiatan ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa karena kental dengan nilai kearifan lokal “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Siswa diajarkan bahwa berbagi adalah bagian dari ibadah yang harus dilakukan dengan cara yang paling terhormat. Selain barang fisik, mereka juga menyelipkan kartu ucapan tulisan tangan yang berisi doa dan motivasi bagi para penerima. Sentuhan personal inilah yang membuat kado tersebut terasa sangat istimewa. Sekolah berhasil menanamkan bahwa kreativitas adalah alat untuk memperluas jangkauan kebaikan di tengah masyarakat.
Proses pembuatan dan distribusi kado ini juga melatih kemampuan manajemen proyek bagi para siswa. Mereka belajar melakukan penggalangan dana secara mandiri, melakukan kurasi barang, hingga melakukan survei lapangan untuk memastikan kado sampai pada orang yang paling membutuhkan. Di wilayah Sumatra Barat, semangat gotong royong ini menjadi modal sosial yang sangat kuat. Pendidikan di sekolah ini tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara kognitif, tetapi juga individu yang memiliki kelenturan berpikir dalam mencari solusi bagi permasalahan sosial di sekitarnya melalui cara-cara yang unik.
