Seni sastra merupakan wadah yang luar biasa bagi para remaja untuk menyalurkan emosi dan gagasan kreatif mereka secara estetik. Di SMPN 1 Padang, pembelajaran menulis puisi tidak hanya dilihat sebagai tugas akademik, tetapi sebagai sarana eksplorasi diri untuk menemukan jati diri melalui kata-kata. Keindahan sebuah bait sangat bergantung pada kemampuan penulis dalam menyusun rangkaian kalimat yang mampu menyentuh perasaan pembaca. Selain mengasah kemampuan menulis, sekolah juga melatih siswa untuk menjadi pendengar yang baik melalui program latih kemampuan menyimak guna memperkaya perspektif sebelum dituangkan ke dalam karya. Melalui pemahaman mendalam tentang cara mengolah diksi dan penggunaan majas, setiap ekspresi puisi yang dihasilkan oleh siswa akan memiliki makna yang lebih dalam dan memikat bagi siapa pun yang menikmatinya.
Pemilihan kata atau diksi merupakan pondasi utama dalam membangun atmosfer sebuah puisi. Di SMPN 1 Padang, siswa diajarkan untuk tidak sekadar memilih kata yang umum, melainkan mencari sinonim atau ungkapan yang lebih spesifik dan memiliki kekuatan rasa yang lebih kuat. Misalnya, kata “sedih” bisa digantikan dengan “luka yang menganga” atau “langit yang muram” untuk memberikan dampak emosional yang berbeda. Proses pencarian kata yang tepat ini melatih kekayaan kosakata siswa dan mempertajam kepekaan mereka terhadap nuansa makna. Diksi yang tepat akan membuat sebuah puisi terasa hidup, seolah-olah pembaca dapat merasakan apa yang dirasakan oleh sang penulis.
Selanjutnya, penggunaan majas atau gaya bahasa memberikan warna dan dimensi pada karya sastra. Siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis majas, mulai dari personifikasi yang menghidupkan benda mati, hingga metafora yang membandingkan dua hal secara langsung namun indah. Di kelas sastra SMPN 1 Padang, siswa didorong untuk bereksperimen dengan majas-majas tersebut agar puisi mereka tidak terdengar datar. Majas berfungsi untuk membangkitkan imajinasi pembaca, membuat hal yang sederhana menjadi luar biasa, dan memberikan kesan yang lebih mendalam melalui perumpamaan-perumpamaan yang cerdas dan tidak klise.
