Dunia eksperimen sains di sekolah ini dirancang untuk sedekat mungkin dengan kehidupan sehari-hari. Siswa diajak untuk mengamati berbagai kejadian alami di sekitar mereka dan mempertanyakan alasan di balik kejadian tersebut. Mengapa pelangi terbentuk? Bagaimana tanaman bisa menarik air dari akar hingga ke pucuk daun? Pertanyaan-pertanyaan sederhana inilah yang menjadi pintu masuk bagi pemahaman ilmiah yang lebih mendalam. Dengan melakukan percobaan sendiri, siswa tidak hanya menghafal fakta, tetapi juga memahami proses dan logika yang mendasari setiap fenomena ilmiah yang mereka pelajari.
Suasana belajar yang dikemas secara seru menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan minat siswa terhadap bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Guru-guru tidak lagi menjadi pusat informasi utama, melainkan berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan jalannya eksplorasi. Di Padang, inovasi pengajaran dilakukan dengan memanfaatkan alat-alat sederhana yang ada di sekitar rumah untuk membuktikan teori fisika, kimia, maupun biologi. Hal ini membuktikan bahwa melakukan penelitian ilmiah berkualitas tidak harus selalu membutuhkan peralatan laboratorium yang sangat mahal dan canggih.
Fokus utama dari program pengembangan ini adalah pelaksanaan praktikum mandiri oleh siswa. Siswa diberikan kebebasan untuk merancang prosedur percobaan mereka sendiri di bawah pengawasan yang tepat. Proses ini melibatkan tahapan yang komprehensif, mulai dari menyusun hipotesis, menyiapkan alat dan bahan, melakukan pengamatan, hingga menarik kesimpulan dari data yang diperoleh. Melalui metode ini, siswa belajar tentang kejujuran ilmiah dan ketelitian. Mereka diajarkan bahwa dalam sains, sebuah “kegagalan” dalam eksperimen bukanlah akhir, melainkan sebuah data berharga untuk diperbaiki pada percobaan selanjutnya.
Kegiatan di SMPN 1 Padang ini juga sangat menekankan pada aspek kreativitas. Siswa sering kali ditantang untuk menciptakan alat peraga sains sederhana dari barang bekas. Misalnya, membuat roket air untuk mempelajari hukum Newton atau membuat filter air alami untuk mempelajari sistem penjernihan. Selain mengasah kemampuan teknis, aktivitas ini juga menanamkan kesadaran lingkungan karena mereka menggunakan kembali sampah yang tidak terpakai. Interaksi sosial antar-siswa pun semakin erat karena mereka sering melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan masalah yang muncul selama praktikum berlangsung.
